Senin, 22 Mei 2017

Ara ke dokter gigi

Sebenarnya sudah satu bulan lalu saya melihat gigi geraham Ara bagian bawah kiri dan kanan berlubang. Tapi kok belum ada waktu terus untuk mengajak Ara ke dokter gigi. Ditambah Ara yang sudah protes tidak mau ke dokter gigi.

Kamis malam, 29 April 2017, Ara mengeluh giginya sakit setelah makan Oreo. Jumat pagi langsung reservasi ke RS Siloam Karawaci, janjian dengan dokter gigi anak Drg. Suzanty Ariany. Alhamdulillah, Ara cooperative. Langsung mengiya kan. Mungkin karen asudah sakit. Sebagai pertolongan pertama, saya gosok pelan bagian belakang telinga Ara dengan oil andalan. Young Loving grasswood, walaupun tidak atahu apakah bisa menghilangkan rasa sakit, yang jelas Ara tidur tanpa mengeluh sakit dan paginya sudah sehat kembali,


Sesuai janji, kami mengunjungi RS Siloam Karawaci. Ternyata penampilan hall poly gigi ada perubahan dan yang jelas ada dokter gigi anaknya. Baru tahu..


Masuk ke dalam ruang praktek, Ara enjoy saja. Design ruang cukup membuat Ara tertarik. Figurin hero, princess...ah lupa ga difoto.


Ternyata Ara sudah mengamati prosesi ke dokter gigi di youtube :) 


Wow ada 5 lubang di geraham Ara. Kok bisa ya...padahal dia rajin gosok gigi. Rajin sekali sih nggak...tapi setiap mau tidur dan pagi hari pasti gosok gigi. Ara bayi asix dan asi sampai 2 tahun. Kemungkinannya adalah karena gosok giginya kurang bersih apalagi bagian belakang. 


Sejak masuk TK A, Ara memang sudah tidak mau dibantu gosok gigi. Mau gosok gigi sendiri. Nah ini dia....jadi bagian belakang tidak terjamah. Jadi walaupun anak sudah tidak mau dibantu gosok gigi, kita harus melakukan ritual ulang entah bagaimana merayunya..:)



10 Tips mencegah gigi balita berlubang
·         Berikan ASI pada bayi, minimal sampai usia 6 bulan
·         Bila bayi minum menggunakan dot, usahakan menggendong anak selama pemberian susu, dan ketika anak sudah tertidur baru baringkan ke tempat tidur, TANPA dot. Jangan biarkan anak tertidur dengan dot berisi susu dalam mulutnya.
·         Ketika anak berusia 6 bulan, ia sudah boleh mengkonsumsi makanan/minuman tambahan. Anak dapat mulai diajarkan minum melalui baby cup.
·         Diantara waktu minum susu, berikan anak air putih biasa, TANPA gula
·         Bersihkan gigi anak Anda minimal 2x sehari. Pada anak yang belum memiliki/tumbuh gigi pembersihan daerah gusi yang belum bergigi dapat dilakukan dengan kain kasa/soft cloth yang dicelupkan air matang hangat. Jika sudah tumbuh gigi pembersihan gigi dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang sesuai dengan usia anak.
·         Batasi pemberian makanan/minuman manis dan lengket pada anak. Ketika anak sudah boleh mengkonsumsi beragam makanan batasi konsumsi biskuit, cookies, permen, jus buah, soft drinks dan minuman manis lainnya. Berilah camilan yang sehat seperti potongan buah, keju, saturan rebus, dan sandwich kecil yang lebih bermanfaat untuk kesehatannya.
·         Hindari kontak antara mulut bayi, dot, makanan/minuman bayi dengan mulut ibu/ pengasuh. Hal ini dapat menyebabkan transmisi bakteri ke dalam mulut bayi,terutama bila ibu/pengasuh memiliki karies gigi yang belum dirawat atau ditambal. Penelitian menyebutkan pada gigi karies yang belum dirawat terdapat lebih banyak bakteri daripada gigi sehat.
·         Mulai usia 6 bulan, bersihkan gigi anak dengan sikat gigi lembut khusus bayi tanpa pasta gigi. Setelah anak dapat meludah atau berkumur, Anda dapat menggunakan pasta gigi khusus anak, kira-kira sebesar biji jagung atau pea-sized amount. Orangtua/pengasuh tetap membantu anak untuk menyikat giginya sampai anak mahir, yaitu umumnya sekitar usia 7-8 tahun.
·         Usahakan ketika anak berusia 1 tahun sudah berhenti minum menggunakan dot, dan ajarkan menggunakan cup.
·         Ajak anak ke dokter gigi anak ketika ia sudah menginjak usia 1 tahun.

Sumber: http://escaladedental.com/menu-publications/menu-articles/40-art-karies-gigi-pada-balita

Semoga bermanfaat ya 

Kamis, 01 Desember 2016

212

kamu dimana?....

Senin, 21 November 2016

Ketika Ara Hilang...

Tanggal 13 November 2016, kami ikut keriaan para pegawai PLN. Merayakan hari Listrik Nasional. Tempatnya di JCC. Acaranya dari pagi-pagi sekali karena diawali dengan fun walk.

Sejak Sabtu malam, kami semua sudah siap. Baju seragam biru, gelang barcode, voucher snack tidak boleh ketinggalan. Tambahan yang harus dibawa, baju ganti Ara dan bunda, inaco jelly :), roti, biscuit regal dan air putih.

Pagi-pagi sudah siap mie goreng sosis dadar telur dan goreng kentang. Walaupun hujan rintik-rintik, kami tetap semangat berangkat ke JCC. Sesuai rundown acara, sepertinya semua menarik. Di hall Cendrawasih ada permainan anak dan acara anak-anak seperti lomba mewarnai, chiken dance dan sulap. Hall A dan B menampilkan penyanyi, band terkenal seperti dmasive, timlo, Jamrudd dan...KLa. Wow....KLa, mauuuuu

Karena hujan, kami tidak ikut fun walk. Duduk-duduk saja menunggu aayah yang ikutan fun walk dan menunggu hallnya dibuka.

Lumayan lama nunggu yang fun walk, mungkin karena sambil haha hihi ketemu teman ya...Akhirnya kami masuk ke hall. Langsung menuju hall cendrawasih. Ahhh syurga deh buat Ara :)



Nah pada saat pindah permainan, Abang ku tinggal. Karena Ara sedang asik main, ku hampiri abang untuk memberitahu kalau Ara dan bunda ada di permainan sebelah. Rasanya cuma sebentar. Tapi ternyata kembali ke tempat Ara bermain, Ara sudah tidak terlihat. Hu hu hu... Ayah masih ngantri snack di lobby.

Deg-degan dong.... terdengan pengumuman tentang anak yang terpisah dari ortunya. Sempat berpikir, Ara ditolong kakak crew kah? 

Host mengumumkan lagi bahwa seorang anak terpisah dari orang tuanya. Namanya Arla... Aku masih tetap menanti Ara terlihat dari kerumunan di permainan perosotannya.

Host bicara lagi. pakai baju biru...Kerudung biru ada kepangnya... Ha, aku langsung menoleh, memperhatikan panggung di depan sana. Celana biru kembang-kembang... Ah itu Ara ku... Langsung lari menuju panggung. Lumayan jauh.. :)

Host bicara lagi, kaos kaki garis-garis... Araaaa... Langsung ingin terbang dan memeluk Ara rasanya....

Sampai di depan panggung, hostnya ikutan membuka tangan untuk memeluk..hu dasar, ga tau emak stress :(

Alhamdulillah Ara langsung ku peluk, dan dia memeluk erat. Masih takut kayaknya...


Nah ini dia, gadis kecil baju biru, kerung biru kepang, celana kembang-kembang dan kaos kaki garis-garis :)
Pelajaran buat bunda, pokoknya Ara blum bisa ditinggal walaupun hanya sebentar...
Setelah chiken dance dan nonton sulap, Abang dah nonton dmasive dan timlo, berarti waktunya bunda menyenyong...:D

Lupakan kalau bawa anak, lupakan tadi sempet stress kehilangan anak, lupakan ini acara kantornya suami...Nyanyikan... :D

oh iya ini ada tips biar anak tidak terlepas dari orang tua

1. Kenakan pakaian dengan warna mencolok. 
    ah, kalau ada seragam gimana dong..

2. Biasakan membuat foto anak sebelum bepergian. 
    tips bagus kalau anak pergi tanpa seragam
3. Minta anak memanggil-manggil Mama. 
    Nah penting nih... Tapi kalau tempatnya rame banget, susah juga...
    Ara cerita, kalau dia sudah panggil-panggil bunda. Trus diajak sama tante-tante ke depan panggung :(
4. Jangan biarkan anak berjalan sendiri. 
    Nah.... 
5. Pilih orang yang tepat untuk dimintai bantuan.
    6. Ajarkan cara meminta bantuan. 
    Ini penting sekali. Anak memang harus diajarkan. Jangan takut untuk memberitahu siapa nama ayah    bundanya atau mungkin alamatnya

"Itu membantu anak memahami situasi yang nyata, sehingga ketika mereka tak bisa menemukan Anda, mereka tidak panik dan tahu apa yang harus dilakukan."
Cara-cara di atas mungkin terkesan berlebihan, namun tidak ada salahnya Mama lakukan untuk mencegah anak hilang di keramaian. Paling tidak, terapkan 3 atau 4 cara di atas untuk meminimalkan risiko anak hilang.

(dicopy dari abloid-nakita.com/Batita/6-Tips-Mencegah-Anak-Hilang-Di-Keramaian 

Semoga bermanfaat ya...:)

Kamis, 10 November 2016

411

ketika lisan tak terjaga....

Allahu Akbar....

Senin, 07 November 2016

Dieng dan sekitarnya (dua)

Lanjut yuuukkk :)
turun dari Sikunir, sarapan mie Ongklok lagi... haha warung soto dan bubur ayam juga sudah buka pagi itu. Selesai sarapan lanjut ke Dieng Plateau Theater. Di sana sudah ramai pengunjung. Berarti mereka juga mungkin dari Sikunir ya... wuiiihhh ternyata. Berarti belum mandi semua dooonggg...haha

Tiket termasuk paket dari backpacker. Oh ya semua tiket masuk wisata sudah termasuk dalam paket wisatanya Mbak Winda.

Tidak pakai antri terlalu lama, kami masuk theater, duduk manis menonton kisah dataran tinggi Dieng dan sekitarnya.


eyaaaa pada tidurrr zzzzz


Ara malah masih terbayang kisah kawah sinila....
Selesai nonton, kami jalan sedikit menuju jembatan merah putih. Jalan cukup berbatu dan sedikit naik. Jalan saja....yakin kalau di atas sana pemandangan indah menanti :)
Benar saja...







Jembatan merah putih cukup menantang...tapi tidak lah :( Cukup abang dan ayah saja yang naik jembatan. Cukup Rp 50.000,- kereeen fotonya..



Perjalanan turun dengan jalur yang berbeda,..













Ngebutttt menuju telaga warna. Telaga di sekitar Dieng sebenarnya ada banyak. Kalau dilihat dari jembatan merah putih, tiap telaga berbeda warna. Ada yang biru dan hijau. Yang hijau namanya telaga warna. Ke sana lah kami meluncur.





ehhh ketemu teletubies....
 Ada gua-gua di dalamnya, ada hutan lindung juga. Lumayan bikin capek...:)
Selesai sudah jalan-jalan di Dieng. Sampai jumpa di liburan berikutnya :D










Minggu, 06 November 2016

Dieng dan sekitarnya (satu)

Setelah acara lebaran di Kudus dan Jogja, kami mampir di Dieng. Memang direncanakan untuk bermalam di sana. Anak-anak belum pernah juga. 
Cek dan ricek, mau kemana saja nanti dan bermalam dimana nanti, kami minta antar dengan backpacker Dieng. Mereka yang mencarikan homestay dan mengantar kami selama di Dieng. Tepatnya kami dibantu Mbak Winda. sampai mecarikan topi, sarung tangan karena ternyata dingin banget di Dieng,juga membawakan makan untuk kamikarena Ara agak suka makan mie ongklok...padahal enak loh :)
Mbak Winda bisa dihubungi di 082221568601, siapa tahu ada yang butuh nanti

Dari Jogja kami meluncur arah Wonosobo setelah sarapan di rumah Lik Tok di sekitaran Wirobrajan. Jam 13 sampai di Dieng. Perjalanan lancar, mengikuti waze :) Perjalanan Jogja-Wonosobo mulus dan pemandanngannya indah. Sayang cuma Ara yang melek dan ikutan foto.



Bertemu Mbak Winda di gerbang Dieng. Langsung diantar ke homestay. Homestay kami di lantai 2, tidak jauh dari wisata Dieng, dekat mesjid yang warnanya hijau. Duhhh lupa namanya pula hahaha

Makan siang kami, bekal yang ada di mobil dengan tambahan indomie spesial pakai telur...huuu istimewa sekali bagi kidos. Dingin, lapar...langsung habis pengennya sih nambah ya Kak... :)

Setelah makan siang, kami meluncur wisata candi dan kawah Dieng.
Wisata candi setelah lebaran ternyata kurang cocok, terlalu ramai pengunjung, foto yang indah tidak dapat. Wisata kawah Dieng juga, terlalu ramai...
 

tuh ramai banget kan...












selesai kawah dieng, balik ke homestay. Macetttt...ah liburan lebaran mah dimana-mana macet ta :)
Rencana makan malam di luar batal, karena anak-anak kedinginan maunya tiduran saja, lagi pula kami harus mempersiapkan diri bangun pagi-pagi menuju bukit Sikunir, menikmati sunrise di sana..
Untung ada Mbak Winda, makan malam kami dicarikan dan dibawakan ke homestay, kami menunggu manis sambil selimutan saja haha

Jam 3 pagi, kami siap menuju bukit Sikunir...




siap-siap menuju ke atas...


Tidak mudah naik bukit Sikunir dengan anak -anak. Ara akhirnya minta gendong sampai puncak. 
Jalan setapak licin dan berbahaya karena kiri atau kanan adalah jurang. Penerangan sangat kurang. tapi karena ramai yang naik ke atas, dan kami semua selalu diingatkan untuk berhati-hati, tidak perlu terburu-buru, akhirnya tetap semangat naik ke atas...kurang lebih 2 jaman lah, Lumayan..



Alhamdulillah, sampai puncak dengan gendong Ara.... lumayan 14 kg :)






Perjalanan turun dari bukit Sikunir kami nikmati bersama, karena pemandangannya indah sekali. Anak-anak enjoy dengan pemandangannya, jajanannya...























ini pohon carica







waaahhh keluar asapnya....#nrk








 Sepanjang perjalanan turun, banyak penjual sayur mayur...saatnya beli oleh-oleh...









kesukaan ku... haha
kentang ini nikmat dinikmati sepanjang jalan naik dan turun bukit Sikunir
terong belanda
kentang ungu








disini tempat mobil diparkir sebelum naik ke Sikunir. Ada Mushola kecil dan toilet. Jadi sebelum naik kita sholat subuh dulu di sini.


 Perjalanan menuju Dieng Plateu. Indahnyoooo







Alhamdulillah sampai di desa tertinggi di Pulau Jawa...wowwwww

Sambung besok ya....
Maaf kalau fotonya kebanyakan, sayang untuk dibuang :)